Selasa, 27 Juli 2010

Tips Memilih Bulu Mata Palsu

Jika kamu ingin menggunakan buku mata palsu untuk membuat mata sempurna, sebaiknya pilih bentuknya yang mendekati bulu mata asli.
JANGAN biarkan mata indah kamu tampil polos. Saatnya untuk berani memamerkannya dengan menggunakan riasan mata. Satu lagi, tambahkan bulu mata palsu.

Namun, kamu ragu karena bulu mata palsu membuat penampilan tidak alami dan berat? Jangan khawatir, dengan teknik tepat dan pilihan bulu mata yang pas, orang akan sulit menebak apakah kamu mengenakan bulu mata palsu atau tidak.

Juliana Yu, cosmetologist dari House of Skinovation, mengatakan, ada dua macam bulu mata yang bisa kamu pilih. Pertama adalah bulu mata satuan yang dipasang satu demi satu untuk hasil lebih alami. Bulu mata jenis ini dipasang di antara bulu mata asli sehingga terlihat menyatu dengan yang asli. Kedua, bulu mata palsu penuh. Kesan yang dihasilkan adalah bulu mata lebih tebal. Bulu mata jenis ini cocok untuk riasan glamor.

Ukurannya Harus Pas

Pilih bulu mata palsu (penuh atau satuan) yang halus dengan panjang yang mendekati bulu mata asli kamu, terutama jika mata kamu kecil. Bulu mata terlalu panjang akan membuat mata kecil “tenggelam”.

Bulu mata palsu satuan bisa didapatkan dari bulu mata penuh yang dilepaskan satu demi satu. Pilih bulu mata penuh yang memiliki panjang dan pendek berbeda. Bulu yang panjang untuk bagian ujung luar, sementara yang pendek untuk sudut dalam.

Bulu mata palsu terdiri atas 3 ukuran, yaitu S, M, dan L. Ukuran S digunakan untuk menciptakan kesan yang alami karena panjangnya hampir menyerupai bulu mata kamu sehingga cocok dikenakan untuk penampilan kamu sehari-hari.

“Ukuran M paling tepat untuk riasan pesta karena lebih panjang dan bisa menimbulkan efek glamor. Agar hasilnya alami, kombinasikan penggunaan bulu mata ukuran M dengan S,” jelasnya. Untuk bagian dalam, gunakan bulu mata yang lebih pendek (S), dan untuk bagian luar mata gunakan yang lebih panjang (M). Ukuran L digunakan untuk penampilan yang memerlukan efek dramatis.

Bulu mata ini akan terlihat berlebihan jika dikenakan sehari-hari. Lebih cocok untuk riasan panggung. Selain itu, pastikan bulu mata kamu bersih, lalu jepit dengan penjepit bulu mata. ”Hal ini akan membuat tampilan lebih sempurna,” ujarnya.

Selanjutnya, letakkan sedikit perekat khusus pada punggung tangan atau permukaan yang agak keras. Setelah itu, ambil bulu mata palsu satu per satu dengan menggunakan pinset. Jepit hingga bagian dasar, lalu celupkan pada perekat.

Tidak lupa, dekatkan wajah pada cermin sehingga kamu dapat melihat jelas bulu mata kamu. Pasang bulu mata dengan hati-hati. Jika kamu mengenakan bulu mata palsu satuan, pasang pada barisan bulu mata kamu yang terlihat “kosong” dari ujung hingga sudut mata.

Tambahkan beberapa bulu mata palsu jika masih terlihat bagian yang renggang. kamu bisa menempelkan hingga 13 helai pada setiap barisan bulu mata. Sisir bulu mata agar tidak menggumpal dan membuatnya menyatu dengan yang asli.

Diamkan selama 5 menit hingga perekat kering. Kemudian bubuhkan eyeliner dan maskara. Jika kamu melakukan kesalahan, copot bulu mata yang telah dipasang. Bersihkan perekat dari bulu mata dan kemudian mulai dari awal untuk memasangnya kembali.

Kamis, 18 Juni 2009

Sepatu Hak Tinggi. ??????????

Sepatu sudah menjadi bagian dari fashion yang dibuat bukan saja untuk melindungi kaki, tapi juga untuk mempercantik penampilan. Memilih sepatu jangan asal-asalan atau karena mengikuti mode yang ada di masyarakat, tapi sebaiknya kamu memikirkan pula unsur kesehatan misalnya untuk sepatu berhak tinggi.

Perempuan yang sering menggunakan sepatu berhak tinggi, terutama dengan hak di atas 5 cm, banyak yang mengalami radang sendi disekitar lutut, paha, tulang panggul bahkan ada yang sampai tulang belakang.

Penggunaan sepatu berhak tinggi akan semakin mengundang risiko penyakit bila hak yang dijadikan sandaran untuk berpijak berdiameter kecil. Hak sepatu yang kecil menyebabkan pijakan kaki tidak stabil, apalagi bila pemakainya bertubuh gemuk. Agar tubuh tidak terjatuh, secara reflek otot-otot sekitar lutut kerap bekerja keras menjaga keseimbangan tubuh, otot-otot lutut tidak bisa rileks. Ini lah yang menyebabkan kaki mudah lelah, cape dan terserang kram.

Sepatu yang terlalu rata yang seperti tanpa sol juga tidak terlalu aman untuk kesehatan. Sebab sepatu model tersebut memaksa tendon Achilles, urat kaki diatas tumit, melakukan tarikan yang keras. Bila berjalan dengan sepatu datar berlangsung dalam waktu lama, otot-otot disekitar tumit terasa cepat pegal dan lelah.

Sepatu bermodel ujung runcing juga memunculkan masalah untuk di kaki, bila diperhatikan dengan seksama kaki manusia memiliki pola yang sama yaitu pola segi empat, sedangkan sepatu yang runcing penggambaran dari bentuk segitiga. Selain itu sepatu berujung runcing menimbulkan tekanan yang besar pada sendi-sendi jari kaki dan kondisi ini bisa memicu pengapuran.

Tips Memilih Sepatu.

  • Pilih sepatu berbahan kulit dan suede. Bahan sintetis biasanya tidak memberikan ruang bagi kaki untuk sirkulasi udara, sehingga bisa menyebabkan masalah seperti bau dan berjemur.
  • Sebaiknya pilih sepatu dengan ukuran yang lebih besar satu nomor untuk memberikan ruang bagi kaki.
  • Jangan memakai sepati berhak tinggi terlalu lama, cukup beberapa jam saja.
  • Gunakan sepatu berhak tinggi pada waktu-waktu tertentu saja misalnya ke pesta atau menghadiri acara-acara resmi
  • Untuk menjaga penampilan boleh-boleh saja memakai sepatu hak tinggi ke kantor. Tetapi kenakan saat datang menuju dan pulang kantor saja. Selama di kantor pakailah sepatu yang lebih nyaman dikaki.
  • Untuk penggunaan sehari-hari pakailah sepatu yang memiliki hak setinggi 2-3 cm. Posisi ini memungkinkan tumit terangkat sedikit dan melonggarkan tendon achilles. Sehingga ketika berjalan tidak terjadi tarikan keras pada urat kaki.
  • Pilihlah sepatu yang berhak besar sehingga dapat menopang tubuh dengan seimbang
  • Pakailah sepatu yang berujung datar atau tidak membuat jemari melengkung atau tertekan.